Selasa, 20 Januari 2015

internet sehat 8, Gunakan TOR, CSpace, dan ZRTP untuk Menghindari Intaian NSA

Gunakan TOR, CSpace, dan ZRTP untuk Menghindari Intaian NSA

Jika Anda ingin kehidupan yang benar-benar anonim, maka mungkin sudah saatnya Anda belajar tentang TOR, CSpace dan ZRTP. Ketiga teknologi ini bisa membantu pengguna menyembunyikan kegiatan mereka dari National Security Agency atau NSA. Hal ini diungkap oleh dokumen NSA yang baru diperoleh dari arsip mantan kontraktor Edward Snowden oleh majalah Jerman Der Spiegel.
Kombinasi TOR, CSpace dan ZRTP menghasilkan tingkat perlindungan yang dianggap NSA sebagai bencana yang berarti organisasi tersebut nyaris tidak memiliki  wawasan apapun untuk menargetkan komunikasi pengguna. Menurut Der Speigel meskipun dokumen tersebut telah berusia sekitar dua tahun, para ahli menganggap tidak mungkin lembaga mata-mata digital NSA membuat banyak kemajuan dalam meretas ketiga teknologi tersebut.
Sebagai perbandingan, mengakses pesan Facebook seseorang dianggap sebagai tugas mudah oleh NSA. Demikian pula jaringan virtual private (VPN) yang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang bisa dengan mudah diakses oleh NSA.
TOR pada dasarnya adalah jaringan yang menawarkan cara mudah bagi orang untuk menutupi lokasi mereka ketika berkomunikasi secara online. Siapapun dapat men-download web browser Tor yang tersedia di Mac, Windows, Linux, dan smartphone. Ketika menggunakan TOR, Anda disarankan untuk mengorbankan kenyamanan plugin browserdownload torrent, dan website yang tidak menggunakan enkripsi HTTPS jika Anda benar-benar ingin berada di luar (tidak dilacak).
Jika Anda ingin untuk menutupi kebiasaan online Anda, mengirimkan pesan dan melakukan panggilan telepon diperlukan  langkah-langkah yang lebih maju lagi yang berarti Anda juga harus menambahkan CSpace dan ZRTP jika Anda ingin menyembunyikan mereka dari NSA. CSpace adalah sebuah program yang memungkinkan orang mengirimkan teks chatting dan mentransfer file, sementara ZRTP adalah bentuk enkripsi yang melindungi panggilan ponsel dan SMS. Jika semua itu terdengar agak menakutkan, berarti hidup anonim mungkin tidak cocok untuk Anda.
Sumber: Huffington Post
Sumber Gambar: Slashgear
sumber link: http://internetsehat.id/2015/01/gunakan-tor-cspace-dan-zrtp-untuk-menghindari-intaian-nsa/

Senin, 19 Januari 2015

internet sehat 7, Remaja Ditangkap Terkait Pembobolan Sony dan XBox

Remaja Ditangkap Terkait Pembobolan Sony dan XBox

Seorang remaja berusia 18 tahun telah ditangkap dalam sebuah operasi gabungan antara Inggris dan FBI menyusul serangan cyber terhadap sistem Sony PlayStation dan Xbox tahun lalu.
Remaja tersebut ditangkap di Southport, Merseyside atas tuduhan akses tidak sah ke komputer. Dia juga ditahan untuk akses yang tidak sah dengan maksud untuk melakukan pelanggaran dan ancaman untuk membunuh.
Penyidik yang didukung oleh National Cyber Crime Unit Inggris mengatakan operasi juga berfokus pada dugaan pelanggaran swattingSwatting adalah melibatkan seseorang atau sekelompok orang dengan memberikan informasi online palsu dan menunjukkan ancaman agar lembaga penegak hukum di AS merespon sehingga mereka merespon dengan unit taktis.
Beberapa perangkat elektronik dan digital juga turut disita oleh petugas yang menangkap remaja tersebut.
Craig Jones, Kepala Cyber Crime Unit mengatakan bahwa ini masih di tahap awal penyelidikan dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mereka akan terus bekerja sama dengan FBI untuk mengidentifikasi orang-orang yang melakukan pelanggaran dan menahan mereka.
Sumber: The Telegraph
Sumber Link:http://internetsehat.id/2015/01/remaja-ditangkap-terkait-pembobolan-sony-dan-xbox/

Sabtu, 17 Januari 2015

internet sehat 6, Foto Pribadi di Instagram Bocor ke Publik

Foto Pribadi di Instagram Bocor ke Publik

 Jutaan foto pribadi di Instagram menjadi konsumsi publik setelah adanya bug di situs media sosialmilik Facebook tersebut. Instagram, perusahaan yang berbasis di California menyadari adanya cacat tersebut setelah David Yanofsky di Quartz menyoroti masalah ini. Saat ini Instagram telah mengeluarkan patch, setelah diketahui bahwa fungsi tersebut ternyata disengaja, bukan cacat dalam sistem mereka.
Sebelum diperbaiki, jika akun Instagram ditetapkan untuk mode Private, bila melakukancross posting link foto Instagram kepada platform media sosial lainnya, foto-foto yang di-posting tersebut akan menjadi konsumsi publik. Hal ini berarti bahwa jika sesseorang mem-posting foto dan kemudian memutuskan  ingin mode Private  siapa pun bisa membagi fotonya dengan cara menyalin URL foto tersebut.
Laporan Quartz mengatakan celah yang ada di Instagram tersebut adalah contoh dari jenis kompleksitas bagi pengguna biasa dalam bernavigasi jika mereka ingin mengontrol ketersediaan informasi pribadi seperti foto secara online. Bahkan jika celah itu kemudian ditutup masih terdapat cara berbagi foto secara online tanpa izin pengguna dengan melihat sumber halaman atau dengan mengambil screen shot.
Sebelumnya, perusahaan induk Instagram, yaitu Facebook telah diganggu oleh masalah privasi dalam beberapa bulan terakhir. Facebook juga tengah berjuan  atas tuntutan hukum yang mengklaim Facebook gagal untuk memastikan data pribadi terjaga dari pemasar dan aplikasi pihak ketiga.
Kelompok penggugat setuju dengan lembaga pemerintah AS untuk menyerahkan audit eksternal seberapa baik Facebook menjaga data pengguna. Facebook juga menghadapi serangan balasan dalam beberapa bulan terakhir setelah memaksa penggunanya untuk men download aplikasi Messenger-nya. Dengan tambahan kasus di Instagram ini, menjadi pertanda kuat bahwa Facebook abai terhadap privasi penggunanya.
Sumber: Daily Mail
sumber LINK: http://internetsehat.id/2015/01/foto-pribadi-di-instagram-bocor-ke-publik/#prettyPhoto

Jumat, 16 Januari 2015

internet sehat 5, Ask.fm Bentuk Dewan Penasihat Keamanan

Ask.fm Bentuk Dewan Penasihat Keamanan


Jaringan sosial kontroversial Ask.fm telah membentuk dewan penasihat keamanan untuk pertama kalinya. Dewan penasihat keamanan ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan pengguna di situs Ask.fm dan agar menjadi tempat yang lebih postif bagi penggunanya.
Beberapa waktu yang lalu situs jejaring sosial Ask.fm dikaitkan dengan cyberbullying dan remaja bunuh diri. Remaja bunuh diri tersebut terjadi setelah sejumlah pengguna merenggut kehidupannya dengan cara mengirimkan beberapa  pesan anonim kasar.
Situs yang berbasis Latvia telah dikritik atas kebijakannya yang memungkinkan pengguna untuk saling bertanya secara anonim satu sama lain. Dua tahun lalu Hannah Smith 14 tahun dari Leicestershire, Inggris, bunuh diri setelah menerima serangkaian pesan berisi caci-maki seperti  drink bleach, go get cancer dan go die. Ciara Pugsley berusia 15 juga ditemukan tewas di hutan dekat rumahnya di Irlandia pada tahun 2013 setelah menjadi sasaran pesan kasar di situs Ask.fm
Dewan baru tersebut terdiri dari ahli keamanan digital termasuk Children’s Charities’ Coalition on Internet Safety John Carr, penulis Anne Collier dan Dr Brian O’Neill, direktur EU Kids Online initiative di Irlandia.
Dr O’Neill mengatakan bahwa penggunaan internet dan perangkat mobile oleh anak-anak terus bergerak dengan cepat dan kunci untuk memastikan keselamatan anak-anak di online adalah pemahaman tentang apa yang memotivasi mereka dan bagaimana mereka menggunakan teknologi. Ia berharap dapat bekerja sama dengan rekan-rekannya di dewan keamanan Ask.fm dan membimbing Ask.fm dengan strategi berbasis bukti untuk menjaga penggunanya yang berusia muda aman dan bertanggung jawab atas navigasi dunia digital mereka.
Ask.fm kini memiliki 150 juta pengguna global dan telah diakuisisi oleh pemilik Tinder, yaitu IAC pada bulan Agustus tahun lalu. Pembelian tersebut mengakibatkan perbaikan manajemen, yaitu pendiri tidak memiliki peran dalam operasi perusahaan di masa depan.
Sumber: The Telegraph
Sumber Gambar: heavy.com
sumber link:http://internetsehat.id/2015/01/ask-fm-bentuk-dewan-penasihat-keamanan/

internet sehat 4, Amazon Mainkan Psikologi Persepsi Harga

Amazon Mainkan Psikologi Persepsi Harga


Banyak orang mungkin berpikir bahwa Amazon adalah tempat termurah untuk melakukan pembelian online, namun sebuah studi baru mengungkapkan hal tersebut tidak selalu terjadi. Para peneliti telah menemukan bahwa perusahaan yang berbasis di Seattle tersebut telah membodohi pengguna agar berpikir bahwa mereka mendapatkan harga yang baik dengan cara mengutak-atik harga barang beberapa kali setiap jam.
Secara keseluruhan, studi ini menemukan bahwa pasar online memanfaatkan psikologi persepsi harga pembeli dengan membuat jutaan perubahan harga per individu (item barang) setiap hari. Misalnya, ketika menawarkan diskon terbesarnya untuk produk populer, seperti televisi. di sisi lain  akan menaikkan harga barang-barang yang kurang populer untuk memperoleh keuntungan.
Menurut white paper dari  Boomerang Commerce, dengan teknik tersebut berarti Amazon sering terlihat mengalahkan pesaingnya pada harga murah. Menurut laporan tersebut, Amazon tidak mungkin benar-benar menjadi penjual terendah harga produk tertentu di setiap musim tertentu. Namun, harga yang secara konsisten rendah pada item terbanyak dilihat dan terlaris mendorong persepsi di kalangan konsumen bahwa Amazon memiliki harga terbaik secara keseluruhan, bahkan lebih baik daripada Walmart.
Boomerang menggunakan contoh televisi Samsung yang seharga 350 dollar AS  yang didiskon menjadi hanya 250 dollar AS pada Black Friday. Akan tetapi, pada saat yang sama, Amazon menaikkan harga kabel HDMI yang dibutuhkan untuk televisi karena produk tersebut tidak akan mengubah persepsi harga pembelian yang lebih besar.
Contoh lain adalah ketika router terlaris di Amazon harganya 20%  di bawah harga Walmart, sedangkan model yang berbeda dari router tersebut yang kurang populer dijual dengan  harga 29% lebih mahal daripada harga di Walmart. Ini artinya untuk barang yang populer dan banyak dilihat pengguna, Amazon akan menekan harganya, sedangkan untuk barang yang kurang populer mereka akan menaikkan harganya.
Contoh kabel HDMI untuk televisi juga merupakan bukti bahwa Amazon memainkan psikologi persepsi harga konsumen. Jarang sekali konsumen yang memperhatikan harga kabel HDMI ketika memperoleh harga televisi yang lebih murah. Padahal mungkin saja harga kabel HDMI tersebut jauh lebih mahal daripada seharusnya.
Sumber: Business Insider via Daily Mail
Sumber Gambar: The Telegraph
sumber link:http://internetsehat.id/2015/01/amazon-mainkan-psikologi-persepsi-harga/

Kamis, 15 Januari 2015

Internet Sehat 3, Smartphone dan Media Sosial Membuat Ramai Perpustakaan

Smartphone dan Media Sosial Membuat Ramai Perpustakaan



















Munculnya era digital telah membantu meningkatkan pengunjung ke British Library sebesar sepuluh persen. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah laporan baru-baru ini.
Semestinya dengan kemudahan yang ditawarkan media sosial dan smartphone untuk membaca berbagai macam artikel pengunjung perpustakaan akan menurun. Namun British Library malah mengalami peningkatan pengunjung sebesar 10%. Hal ini mungkin karena kehidupan yang berbasis layar membuat orang semakin menghargai sesuatu yang ada fisiknya, seperti  buku di perpustakaan.
Kepala eksekutif British Library mengatakan bahwa dunia komputer, ponsel pintar, dan media sosial bukanlah ancaman bagi perpustakaan tradisional, bahkan mendorong orang untuk mengunjungi perpustakaan. Sebuah laporan telah mengidentifikasi kenaikan sebesar 10 persen dari jumlah pengunjung dalam 12 bulan terakhir, yaitu dari  1.465.318 pada tahun 2013 menjadi lebih dari 1,6 juta pada tahun 2014.
Hal ini menandakan bahwa dunia yang semakin digital dan pengetahuan berbasis layar tidak meniadakan perpustakaan fisik, tetapi malah meningkatkan minat baru untuk mengunjunginya. Semakin banyak kehidupan masyarakat yang berbasis layar tampaknya semakin besar nilai yang dirasakan dari pertemuan nyata manusia dan artefak fisik seperti buku di perpustakaan.
Roly Keating, kepala eksekutif British Library mengatakan tidak ada kontradiksi antara munculnya iPhone, tablet, media sosial dan buku tradisional. Ia menambahkan perpustakaan akan bergerak sesuai waktu untuk menyesuaikan dengan nilai-nilai baru.
Naiknya pengunjung perpustakaan adalah sesuatu yang menggembirakan jika dikaitkan dengan sedemikian mencandunya smartphone dan media sosial. Hal ini juga menunjukkan nilai lain dari buku fisik dan pertemuan dengan orang lain secara nyata. Selain itu, tampaknya perpustakaan masihlah pilihan yang tepat untuk melakukan berbagai studi intensif karena hal tersebut tidak akan diperoleh dengan mudah di smartphone, media sosial dan internet secara keseluruhan.
Sumber: The Telegraph
Sumber Gambar: Tempo
sumber link:http://internetsehat.id/2015/01/smartphone-dan-media-sosial-membuat-ramai-perpustakaan/

Rabu, 14 Januari 2015

Internet Sehat 2, Pengguna Smartphone danTablet Terancam Tech Neck

Pengguna Smartphone danTablet Terancam Tech Neck
Selain memberikan banyak manfaat, smartphone dan tablet juga memberikan akibat negatif yang tidak kalah banyaknya. Salah satunya adalah tech-neck atau kondisi kulit yang mengkerut.
Sebelumnya, smartphone dan tablet telah disalahkan karena mengganggu kehidupan keluarga, mencegah mata tertidur dan menyebabkan postur tubuh yang buruk. Selain efek di atas, smartphone dan tablet juga dipersalahkan karena menimbulkan penuaan dini.
Dermatologis atau ahli kulit mengatakan bahwa leher yang terus-menerus membungkuk karena melihat layar smartphone atau tablet bisa menyebakan kulit kendur, menurunkan rahang dan lipatan yang berbeda di atas clavical. Kondisi tersebut disebut dengan  tech-neck.
Dr Christopher Rowland Payne, Konsultan Dermatologis di The London Clinic, mengatakan bahwa masalah keriput dan kendur dari rahang dan leher akan dimulai pada akhir usia pertengahan namun, demikian dalam 10 tahun terakhir tech-neck telah menjadi masalah bagi generasi muda perempuan.
Dermatologis memperingatkan bahwa generasi sekarang harus berpikir tentang  Y-zone yang membuat wajah, tenggorokan dan dada bagian atas lebih rendah. Tech-neckkebanyakan ditemukan pada orang berusia 18-39 tahun yang memiliki rata-rata tiga perangkat digital dan menengok  layar hingga 150 kali sehari yang bisa mempercepat dampak gravitasi dan hilangnya elastisitas alami kulit. Tatapan ke bawah secara terus-menerus juga berkontribusi penurunan lebih lanjut dan lipatan di sekitar area dagu dan leher.
Ini artinya, smartphone dan tablet karena terus-menerus dilihat dengan kondisi agak membungkukkan leher bisa berakibat mengkerutnya kulit di sekitar leher dan dagu yang merupakan pertanda terjadinya penuaan dini.
Sumber: The Telegraph
Sumber Gambar: cleantechnotes.org
sumber:http://internetsehat.id/2015/01/pengguna-smartphone-dan-tablet-terancam-tech-neck/